Beberapa bulan lalu, telepon pintar Nokia 5 yang telah menemani saya selama empat tahun memiliki masalah. Masalah utamanya sebenarnya cukup pelik, yaitu tombol nyala di perangkat mindlep atau sulit untuk ditekan. Saya kemudian bawa piranti genggam tersebut ke konter service terdekat. Tentu bukan pusat perbaikan resmi, alasannya pusat perbaikan resmi hanya ada di luar kota dan berjarak sekitar 40 menit mengendarai sepeda motor dengan catatan lalu lintas sedang tidak macet. Sehingga saya memilih mencoba konter service dengan harapan yang tidak muluk-muluk.
Selepas dicek oleh si tukang reparasi yang hanya memakan waktu tidak lebih dari lima menit, tukang service itu kemudian segera memvonis bahwa layarnya yang bermasalah. Terkejut? Tentu tidak. Saya mengiyakan saja, walaupun harus merelakan layar asli saya yang masih cukup bagus dan tidak ada masalah. Apa yang terjadi kemudian? Masalahnya tentu tidak selesai sampai di situ. Berhubung masalah sebenarnya ada di tombol daya yang mindlep itu, tak berselang lama, penyakitnya kambuh kembali. Berulang kali sampai saya memutuskan untuk membeli telepon pintar merk OPPO dengan model A16 yang kelak saya sesali.
Baca selengkapnya.